Kembali ke Blog
Keuangan

7 Kesalahan UMKM dalam Mengatur Keuangan yang Harus Dihindari

TT Tim Tumbaso
15 Jul 2026 · 4 menit baca
7 Kesalahan UMKM dalam Mengatur Keuangan yang Harus Dihindari

7 Kesalahan UMKM dalam Mengatur Keuangan yang Harus Dihindari

Banyak usaha kecil yang sebenarnya memiliki produk bagus dan pelanggan yang cukup banyak, tetapi tetap sulit berkembang. Salah satu penyebab utamanya adalah pengelolaan keuangan yang kurang baik.

Tidak sedikit pelaku UMKM yang rajin berjualan setiap hari, namun tidak tahu berapa keuntungan yang diperoleh, berapa modal yang tersisa, atau ke mana uang bisnis digunakan.

Jika dibiarkan, kesalahan kecil dalam mengatur keuangan bisa membuat bisnis mengalami kerugian bahkan berhenti beroperasi.

Berikut adalah tujuh kesalahan yang paling sering dilakukan oleh UMKM dan cara menghindarinya.


1. Mencampur Uang Pribadi dan Uang Bisnis

Ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi.

Misalnya:

  • Mengambil uang kas untuk kebutuhan pribadi.

  • Menggunakan rekening yang sama untuk bisnis dan kebutuhan rumah tangga.

  • Tidak memiliki gaji tetap sebagai pemilik usaha.

Akibatnya:

  • Sulit mengetahui keuntungan sebenarnya.

  • Modal bisnis berkurang tanpa disadari.

  • Arus kas menjadi tidak jelas.

Cara Mengatasinya

  • Pisahkan rekening pribadi dan bisnis.

  • Tentukan gaji untuk diri sendiri.

  • Jangan mengambil uang usaha sembarangan.


2. Tidak Mencatat Semua Transaksi

Banyak pelaku usaha merasa tidak perlu mencatat karena transaksi masih sedikit.

Padahal transaksi kecil yang tidak dicatat akan menumpuk dan membuat laporan keuangan menjadi tidak akurat.

Contoh transaksi yang sering lupa dicatat:

  • Ongkos parkir.

  • Biaya admin.

  • Plastik dan kemasan.

  • Pembelian kecil.

Akibatnya:

  • Pengeluaran terlihat lebih kecil dari kenyataan.

  • Keuntungan menjadi tidak akurat.

Cara Mengatasinya

Catat semua pemasukan dan pengeluaran setiap hari, sekecil apa pun nilainya.


3. Hanya Fokus pada Omzet

Banyak pemilik usaha bangga karena omzetnya besar.

Misalnya:

Omzet per bulan:

Rp50.000.000

Namun setelah dihitung:

  • Modal barang

  • Gaji pegawai

  • Sewa

  • Listrik

  • Biaya operasional

Ternyata keuntungan bersih hanya:

Rp5.000.000

Omzet besar belum tentu berarti bisnis sehat.

Yang lebih penting adalah keuntungan dan arus kas.


4. Tidak Memiliki Dana Darurat

Bisnis selalu memiliki risiko.

Misalnya:

  • Penjualan turun.

  • Barang rusak.

  • Peralatan rusak.

  • Kondisi ekonomi menurun.

Jika tidak memiliki dana darurat, bisnis bisa kesulitan bertahan.

Cara Mengatasinya

Sisihkan sebagian keuntungan setiap bulan sebagai dana cadangan.

Idealnya:

3–6 bulan biaya operasional bisnis.


5. Tidak Mengontrol Stok Barang

Banyak pelaku UMKM hanya fokus menjual barang tetapi tidak memperhatikan stok.

Akibatnya:

  • Barang laris justru habis.

  • Barang yang tidak laku menumpuk.

  • Barang rusak dan kadaluarsa.

Semua kondisi tersebut dapat mengurangi keuntungan.

Cara Mengatasinya

  • Lakukan stock opname secara rutin.

  • Ketahui produk terlaris.

  • Tentukan stok minimum.


6. Tidak Membuat Laporan Keuangan

Tanpa laporan keuangan, pemilik usaha tidak mengetahui:

  • Berapa keuntungan.

  • Berapa modal tersisa.

  • Produk apa yang paling laris.

  • Pengeluaran terbesar.

Akibatnya, keputusan bisnis sering dibuat berdasarkan perkiraan.

Cara Mengatasinya

Minimal buat laporan:

  • Penjualan harian.

  • Pengeluaran.

  • Keuntungan.

  • Stok barang.


7. Tidak Memanfaatkan Teknologi

Saat ini banyak UMKM masih menggunakan buku catatan dan kalkulator.

Cara ini memang sederhana, tetapi ketika transaksi mulai banyak, pencatatan manual menjadi kurang efektif.

Risikonya:

  • Salah hitung.

  • Laporan tidak rapi.

  • Sulit memantau bisnis.

Cara Mengatasinya

Mulailah menggunakan aplikasi kasir yang dapat membantu:

  • Mencatat penjualan.

  • Mengelola stok.

  • Membuat laporan otomatis.

  • Mengetahui keuntungan bisnis.


Dampak Buruk Jika Keuangan Tidak Dikelola dengan Baik

Kesalahan dalam mengelola keuangan dapat menyebabkan:

❌ Modal habis tanpa disadari.

❌ Tidak tahu apakah bisnis untung atau rugi.

❌ Sulit mengembangkan usaha.

❌ Sulit mendapatkan investor atau pinjaman.

❌ Bisnis berhenti beroperasi.


Ciri-Ciri Keuangan Bisnis yang Sehat

✅ Uang pribadi dan bisnis terpisah.

✅ Semua transaksi tercatat.

✅ Memiliki laporan keuangan.

✅ Memiliki dana darurat.

✅ Mengetahui keuntungan setiap bulan.

✅ Dapat mengontrol stok dan arus kas.


Tips Mengelola Keuangan UMKM dengan Lebih Baik

Catat Semua Transaksi

Jangan menunda pencatatan.


Pisahkan Rekening Bisnis

Agar arus uang lebih mudah dipantau.


Pantau Pengeluaran

Kurangi biaya yang tidak penting.


Evaluasi Keuntungan Setiap Bulan

Pastikan bisnis masih menghasilkan keuntungan.


Gunakan Teknologi

Aplikasi kasir dan laporan digital dapat membantu menghemat waktu dan mengurangi kesalahan.


Kelola Keuangan Bisnis Lebih Mudah dengan Tumbaso

Tumbaso membantu pemilik UMKM mengelola bisnis dengan lebih rapi melalui:

  • Pencatatan transaksi otomatis.

  • Laporan penjualan harian.

  • Pengelolaan stok barang.

  • Monitoring perkembangan bisnis.

Dengan pencatatan yang baik, Anda dapat mengetahui kondisi bisnis secara lebih jelas dan mengambil keputusan dengan lebih tepat.

👉 Mulai gratis dan kelola keuangan bisnis Anda bersama Tumbaso.


FAQ

Apa kesalahan terbesar UMKM dalam mengatur keuangan?

Mencampur uang pribadi dan uang bisnis.


Mengapa laporan keuangan penting?

Karena laporan keuangan membantu pemilik usaha mengetahui kondisi bisnis dan mengambil keputusan yang tepat.


Apakah usaha kecil perlu menggunakan aplikasi kasir?

Ya. Bahkan usaha kecil akan lebih mudah mengelola transaksi, stok, dan laporan menggunakan aplikasi kasir.

TT
Tim Tumbaso
Menulis panduan praktis buat pemilik UMKM yang mau jualannya lebih rapi dan bertumbuh, tanpa harus jago teknologi.

Siap mulai jualan lebih rapi?

Coba Tumbaso gratis hari ini. Nggak sampai lima menit sudah bisa transaksi pertama.

Mulai Gratis Sekarang