Cara Menghitung Keuntungan Usaha dengan Mudah untuk UMKM
Banyak pemilik UMKM merasa usahanya ramai, pelanggan datang setiap hari, dan uang terus masuk. Namun saat ditanya berapa keuntungan yang didapat setiap bulan, ternyata banyak yang belum bisa menjawab dengan pasti.
Padahal, mengetahui keuntungan usaha adalah hal yang sangat penting. Tanpa mengetahui keuntungan, Anda akan kesulitan menentukan harga jual, menambah modal, atau mengembangkan bisnis.
Pada artikel ini, Anda akan belajar cara menghitung keuntungan usaha dengan mudah beserta contoh perhitungannya.
Apa Itu Keuntungan Usaha?
Keuntungan usaha adalah selisih antara seluruh pendapatan yang diperoleh dengan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis.
Sederhananya:
Keuntungan = Pendapatan - Pengeluaran
Jika hasilnya positif, berarti bisnis Anda untung. Jika hasilnya negatif, berarti bisnis mengalami kerugian.
Mengapa Menghitung Keuntungan Itu Penting?
Banyak UMKM hanya fokus pada omzet. Padahal omzet besar belum tentu menghasilkan keuntungan besar.
Dengan mengetahui keuntungan, Anda bisa:
✅ Mengetahui kondisi bisnis sebenarnya.
✅ Menentukan harga jual yang tepat.
✅ Mengontrol pengeluaran.
✅ Menentukan target penjualan.
✅ Menyiapkan modal untuk mengembangkan usaha.
✅ Menghindari kerugian yang tidak disadari.
Perbedaan Omzet dan Keuntungan
Ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan pelaku UMKM.
Omzet
Total seluruh penjualan yang diperoleh.
Contoh:
Penjualan hari ini:
Nasi Goreng: Rp300.000
Minuman: Rp200.000
Total omzet:
Rp500.000
Keuntungan
Uang yang tersisa setelah dikurangi seluruh biaya.
Contoh:
Omzet: Rp500.000
Biaya:
Bahan baku: Rp250.000
Gas dan listrik: Rp50.000
Gaji pegawai: Rp50.000
Keuntungan:
Rp500.000 - Rp350.000 = Rp150.000
Artinya, meskipun omzet mencapai Rp500.000, keuntungan yang benar-benar didapat hanya Rp150.000.
Rumus Menghitung Keuntungan Usaha
1. Hitung Total Pendapatan
Jumlahkan seluruh penjualan.
Contoh:
Produk | Penjualan |
|---|---|
Kopi | Rp300.000 |
Makanan | Rp400.000 |
Snack | Rp200.000 |
Total Pendapatan:
Rp900.000
2. Hitung Total Pengeluaran
Pengeluaran meliputi:
Bahan baku
Gaji pegawai
Sewa tempat
Listrik
Air
Internet
Transportasi
Biaya operasional lainnya
Contoh:
Pengeluaran | Biaya |
|---|---|
Bahan baku | Rp350.000 |
Gaji | Rp100.000 |
Listrik | Rp20.000 |
Transportasi | Rp30.000 |
Total:
Rp500.000
3. Kurangkan Pendapatan dengan Pengeluaran
Keuntungan:
Rp900.000 - Rp500.000
= Rp400.000
Contoh Menghitung Keuntungan Warung Kopi
Misalnya Anda memiliki warung kopi.
Dalam satu hari:
Penjualan:
Kopi: Rp400.000
Makanan: Rp300.000
Snack: Rp100.000
Total:
Rp800.000
Biaya:
Biji kopi: Rp150.000
Susu: Rp80.000
Gula: Rp20.000
Gaji: Rp100.000
Listrik: Rp25.000
Sewa: Rp50.000
Total biaya:
Rp425.000
Keuntungan:
Rp800.000 - Rp425.000
= Rp375.000 per hari
Jika dalam satu bulan buka 30 hari:
Rp375.000 × 30
= Rp11.250.000 per bulan
Jenis-Jenis Keuntungan dalam Bisnis
1. Laba Kotor
Pendapatan dikurangi biaya produksi.
Contoh:
Pendapatan: Rp1.000.000
Biaya bahan baku: Rp500.000
Laba Kotor:
Rp500.000
2. Laba Bersih
Laba setelah dikurangi seluruh biaya operasional.
Inilah keuntungan yang sebenarnya masuk ke kantong pemilik usaha.
Kesalahan yang Sering Dilakukan UMKM
1. Tidak Mencatat Pengeluaran Kecil
Misalnya:
Ongkos parkir
Plastik
Tisu
Biaya admin
Meskipun kecil, jika dikumpulkan jumlahnya bisa besar.
2. Mencampur Uang Pribadi dan Bisnis
Ini adalah penyebab utama pemilik usaha tidak tahu apakah bisnisnya untung atau rugi.
Sebaiknya:
Pisahkan rekening pribadi dan bisnis.
Ambil gaji tetap untuk diri sendiri.
3. Tidak Menghitung Penyusutan Peralatan
Contoh:
Mesin kopi
Printer
Kulkas
Kompor
Semua peralatan memiliki umur pakai dan perlu dihitung sebagai biaya.
4. Hanya Melihat Omzet
Banyak orang bangga karena omzetnya besar.
Padahal belum tentu keuntungannya besar.
Cara Meningkatkan Keuntungan Usaha
1. Naikkan Nilai Transaksi
Contoh:
Tambahkan paket hemat.
Tambahkan menu tambahan.
Jual produk pelengkap.
2. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Penting
Misalnya:
Membeli stok terlalu banyak.
Membeli peralatan yang belum dibutuhkan.
Pengeluaran pribadi dari uang usaha.
3. Kelola Stok dengan Baik
Stok yang rusak atau kadaluarsa dapat mengurangi keuntungan.
Karena itu, penting untuk selalu mengetahui:
Produk yang paling laris.
Produk yang jarang terjual.
Jumlah stok tersisa.
4. Pantau Laporan Penjualan Secara Rutin
Dengan laporan penjualan, Anda bisa mengetahui:
Produk terlaris.
Jam penjualan paling ramai.
Keuntungan harian.
Pengeluaran terbesar.
Cara Menghitung Margin Keuntungan
Rumus:
Margin = (Keuntungan ÷ Pendapatan) × 100%Contoh:
Keuntungan:
Rp300.000
Pendapatan:
Rp1.000.000
Margin:
(300.000 ÷ 1.000.000) × 100%
= 30%
Semakin besar margin keuntungan, semakin sehat bisnis Anda.
Tanda Bisnis Anda Menguntungkan
✅ Penjualan terus meningkat.
✅ Modal terus bertambah.
✅ Bisa menambah stok.
✅ Bisa menabung dana darurat.
✅ Bisa mengembangkan usaha.
Gunakan Aplikasi Kasir untuk Menghitung Keuntungan Lebih Mudah
Menghitung keuntungan secara manual sering kali merepotkan, apalagi jika transaksi sudah banyak.
Dengan aplikasi kasir, Anda bisa:
✅ Mencatat penjualan otomatis.
✅ Melihat omzet harian.
✅ Memantau stok barang.
✅ Mengetahui keuntungan lebih cepat.
✅ Membuat laporan penjualan secara instan.
Kelola Keuntungan Bisnis Lebih Mudah dengan Tumbaso
Tumbaso membantu pemilik UMKM mencatat transaksi dan melihat perkembangan bisnis dengan lebih mudah.
Dengan Tumbaso, Anda dapat:
Mencatat penjualan lebih cepat.
Mengetahui omzet harian.
Mengontrol stok barang.
Memantau performa bisnis kapan saja.
👉 Mulai gratis dan kelola keuntungan usaha Anda dengan lebih mudah bersama Tumbaso.
FAQ
Apakah omzet sama dengan keuntungan?
Tidak. Omzet adalah total penjualan, sedangkan keuntungan adalah sisa uang setelah dikurangi seluruh biaya.
Berapa keuntungan yang bagus untuk UMKM?
Setiap bisnis berbeda. Namun secara umum, margin keuntungan 15%–30% sudah termasuk sehat untuk banyak jenis usaha kecil.
Seberapa sering menghitung keuntungan?
Sebaiknya dilakukan setiap hari dan direkap setiap bulan agar kondisi bisnis selalu terpantau.